Halaman

Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Kamis, 19 September 2013

Batman : The Dark Knight Returns

Nggak... judul di atas bukan saya yang salah nulis Batman : The Dark Knight Rises... Batman : The Dark Knight Returns adalah DC Universe Animated Original Movie yang merupakan adaptasi dari komik "The Dark Knight Returns" oleh Frank Miller yang terbit di tahun 1986. Kali ini, saya akan membahas kedua film tersebut.



Yang pertama Batman : The Dark Knight Returns Part 1. Awalnya, saya agak pesimis saat mendownload film ini. Setelah nonton beberapa DC animated original movie yang beberapa sangat bagus, saya agak menyangsikan apakah film Batman yang ini akan sebagus film Batman favorit saya, Batman : Under the Red Hood. Akhirnya, saya akui, film ini memiliki appeal tersendiri yang membuat saya menyukainya. Berkisah tentang Batman yang telah pensiun selama 10 tahun, dan munculnya gang bernama The Mutants yang mengacau di Gotham City, saya merasa disuguhi sebuah masyarakat Gotham yang berada di bawah tekanan pelaku kriminal karena absennya Batman. Selain itu, Komisaris Jim Gordon juga hampir pensiun, dan masyarakat kini memandang Batman sebagai mitos. Namun, dengan meningkatnya kriminalitas di Gotham dan kenangan akan kematian orang tuanya, sekali lagi Bruce Wayne harus mengenakan topeng Batman.

Saya menyukai kembalinya Batman menimbulkan perdebatan sengit. Musuh-musuh lama Batman yang dirawat di Arkham Asylum (kali ini disebut Arkham Home) pun ditampilkan; seperti Harvey Dent (Two-Face) yang sudah mengalami operasi plastik, dan lainnya. Dibandingkan dengan beberapa film animasi Batman, saya merasa film Batman kali ini sedikit lebih "gelap" ( atau munkin cuma perasaan saya), dan melihat Bruce Wayne yang sudah tua, saya bertanya-tanya berapa umur Alfred... Kemunculan Carrie Kelley sebagai Robin juga tidak begitu mengganggu (meski saya menyukai Tim Drake atau Damian... Well, beggars should not choose, right?), dan beberapa elemen cerita mungkin terasa agak kurang, terutama melihat Batman yang jadi tidak sekeren sebelumnya (baik di DCAU series, atau pun movie).

Komentar saya setelah menonton part 1, yah... so-so...




Namun, Part 2-nya cukup mengejutkan saya. Saya merasa disuguhi sesuatu yang cukup gore dan penuh violence, yang membuat saya berpikir, "Man, kalau saya punya anak besok, dia nggak akan boleh nonton ini sebelum umurnya sembilan belas!" Yeah, mungkin nggak se-gore itu, tapi tetap saja beberapa part tidak pantas ditonton anak-anak atau remaja.

Kemunculan Superman membuat saya merasa Part 2 memiliki jalan cerita yang lebih menarik, dan saya tetap sebal dengan Mr. President (bukan... Presidennya bukan Obama). Karakter bermunculan, jalan cerita yang lebih gore dan kembalinya villain favorit saya sepanjang masa selain Scar dari Lion King; Gotham's Prince of Clown, Joker. Dan betapa bahagianya saya melihat senyum gilanya itu! Bagi saya, seorang Joker lebih keren daripada si evil-genius Lex Luthor, atau Darkseid, atau Brainiac, atau Grodd, atau Vandal Savage, atau Morgan LeFay... Joker memiliki tempatnya tersendiri sebagai seorang maniak, dan mungkin itulah salah satu appeal Batman : The Dark Knight Returns Part 2 (karena saya merasa Joker lebih keren daripada Two-Face).

Dari segi desain karakter dan animasi, mungkin The Dark Knight Returns akan terlihat biasa saja, tapi dari segi cerita saya merasa ada nilai tambah. Karena tidak ingin memberi lebih banyak spoiler, saya hanya punya satu komentar. It's worth it.

Semoga DC dan WB menghasilkan film-film yang lebih luar biasa lagi. Untuk Justice League : Flashpoint Paradox, mungkin akan saya bahas kapan-kapan...

Kamis, 21 Maret 2013

Ketika Saya Menemukan Jarum di Tumpukan Jerami

Saat ini saya berada di tengah sebuah krisis. Ketika saya tiba-tiba tidak bisa berhenti pergi ke tempat penyewaan komik dekat kampus setiap hari, meminjam minimal sepuluh komik dengan tatapan aneh yang selalu dilemparkan oleh mbak dan mas yang jaga waktu. Setiap hari tak pernah absen. Nah, di tengah hobi baru inilah sepupu saya muncul dan mengusulkan satu judul komik yang dulu tak pernah menarik minat saya.

YUGO The Negotiator.

Yup, tentu saja.


Saya benar-benar menyukai komik ini karena jalan ceritanya yang bervariasi dan kompleks, memberikan rasa suspense tersendiri saat membacanya (tunggu, saya kok merasa seperti mendeskripsikan wine, yah? Pasti karena kebanyakan baca Kami no Shizuku). Saya tidak bisa berhenti membaca petualangan negosiator cakep serba bisa yang selalu terlihat cool dan tenang dalam situasi sejelek apa pun. Kecintaan baru saya pada Yugo mendorong saya untuk mencoba membaca komiknya online di internet dan jujur saja, ini adalah komik yang paling sulit ditemukan. Semua situs komik hanya memuat hingga chapter 15, dan tidak ada lanjutannya. Saya jadi bertanya-tanya, sebegitu tak populer-nya kah Yugo?

Menurut pendapat saya, Yugo adalah salah satu komik yang paling saya rekomendasikan! terutama bagi penggemar komik dengan cerita kompleks dan konflik-konflik yang seru. Meski ada genre action-nya, komik ini bukan sekedar tinju-tinjuan belaka. Saya seolah-olah disuguhi plot film Hollywood yang matang dan tidak setengah-setengah. Namun bagi para pecinta romance, saya rasa ini bukanlah pilihan tepat karena sangat sedikit unsur seperti itu dalam komik ini (yang membuat saya sangat tertarik).

Setelah saya tahu bahwa nyaris mustahil menemukan komik Yugo chapter 15 ke atas di internet, saya mengecek apakah ada animenya atau tidak. Setelah menghabiskan kira-kira tiga jam mondar-mandir di Google, akhirnya saya menemukan anime-nya yang masih belum di dubbing. Betapa bahagianya! Memang, Yugo tidaklah seterkenal komik-komik shounen mainstream seperti One Piece atau Naruto, tapi sebagai sebuah manga, ia memiliki daya tarik tersendiri terutama bagi para penggemar manga Jepang tingkat akut seperti saya.

Kalau teman saya bilang pemain basket nomor 7 atau 14 dari tim basket pertandingan DBL yang beberapa waktu lalu kami tonton adalah eye candy (Sophi menyebutnya "Vitamin A"), bagi saya senyum Yugo sama seperti senyum Conrart (dari Kyou Kara Maoh!)... Seperti... eh... wine Chateau Palmer '00? *dijitak karena sok tahu* Tapi memang demikian... Saya merasa sedih melihat Yugo yang terkubur, hanya dikenal beberapa orang yang benar-benar mengakuinya...

Yugo Beppu yang keren... Apa saya alih profesi jadi negosiator aja yah? Mumpung masih tahun pertama kuliah... *jitak diri : emangloepikirkuliahitumurah?!*

Sepertinya di post berikutnya saya mau bahas Kami no Shizuku deh... Mungkin juga Bloody Monday... tergantung mood sih...

yuk, kita lihat Beppu Yugo yang keren...